
Kenapa kupu-kupu? Karena Yunho dan Wooyoung itu melambangkan sayap kupu-kupu. Jika tidak ada satu, maka yang 1 lagi pun tidak akan berfungsi.
Yunho memulai harinya dengan pout dibibirnya dikarenakan omega kesayangannya tidak datang sekolah hari ini. Wooyoung bangun 2 jam setelah alarmnya bunyi. Lupa bahwa eommanya sedang tidak di rumah, Wooyoung dengan santai kembali tidur setelah alarm keempatnya berbunyi ‘alah, nanti juga dibangunin eomma’ pikirnya dalam hati. Alhasil Wooyoung tidak masuk dan meninggalkan Yunho sendiri di sekolah tanpa ada pasangan sayapnya.
Setelah mengetahui bahwa Wooyoung tidak masuk hari ini, Yunho berjalan ke kelas sambil menghentakkan kakinya. “Dasar WooWoo, awas aja nanti pas masuk, ga aku beliin susu pisang lagi!” gumal Yunho kepada dirinya sendiri. Terlalu fokus ‘marah-marah’ sama Wooyoung, dia tidak melihat sosok alpha tinggi yang sedang asik berbicara dengan teman nya. “aduh!” rengek Yunho saat badannya menabrak sesuatu yang keras. Namun sebelum dia terjatuh, sepasang tangan melingkar di pinggangnya. “Eh, lu ga papa?” tanya si alpha. “a-a-aku ga..”
Sudah seperti takdir, Yunho yang sebelum bertemu dengan Wooyoung bisa hidup sendiri dan selalu kalem, berubah drastis setelah bertemu dengan omega kesayangannya. Tidak ada lagi Yunho yang takut masuk sekolah karena di-bully, tidak ada lagi Yunho yang selalu berdiam diri di kelas dan menerima perilaku dan kata-kata buruk yang dia dapat bukan hanya dari teman kelasnya namun dari guru-guru di sekolah. Karena belum juga 3 bulan berteman dengan Wooyoung, Yunho sudah belajar banyak dari Wooyoung. Jadi, hanya dalam jangka waktu 3 bulan. Yunho sudah tidak bisa lepas dari Wooyoung, begitu juga sebaliknya. Karena jika mereka berdua dipisah mereka akan menjadi sangat teledor dan ‘hilang’.
Maka itu tidak asing lagi saat belum juga masuk jam pelajaran pertama Yunho sudah terkena masalah. Cuma hari ini masalah itu melibatkan orang lain, yaitu alpha yang telah ia tabrak. ‘HUAA WOOWOO KAMU SI GA MASUKKK’ rengek Yunho dalam hati. Tanpa basa basi Yunho langsung berputar balik dan berlari ke arah berlawan, namun dia berhenti dan dengan muka merahnya iya berjalan kembali ke arah 2 alpha di depannya. Sambil menundukkan kepalanya karena malu, dia baru ingat bahwa kelasnya ada di sisi lorong satunya.
Tapi semesta ber-kendala lain, Yunho tersandung tali sepatu ny sendiri dan jatuh tepat di belakang 2 alpha ini yang masih memperhatikan gerak gerik Yunho. Alpha yang tadi menahan Yunho dengan cepat datang untuk membantunya. “woi lu yakin ga papa? Mau gw bawa ke UKS ga?” tanya si alpha. Si omega pun menganggukan kepalanya dan mencoba berdiri, namun belum juga dia berdiri, Yunho merasakan sakit di pergelangan kaki sebelah kanannya. “o-ow!” Yunho dengan cepat memegang kaki kanannya. “Anjir Gi, mending lu bawa ke UKS. Weh lu bisa jalan ga?” Tanya alpha yang lebih pendek kepadanya. Namun sebelum Yunho bisa membalas, Alpha Tinggi itu atau ‘Gi’ sudah menggendong ny terlebih dahulu.
‘MALUUUU BANGETTT! mama Woowoo jahat!!!’ Pikir Yunho dengan wajah merahnya.
.
.
Sama kalanya dengan Wooyoung ketika omega mangganya tidak datang ke sekolah karena harus ke dokter gigi. Bedanya dengan Yunho, Wooyoung terang-terangan memperlihatkan kepahitan hatinya kesemua orang. “Yuyuuuu baby akuuuu! Tau kamu ga masuk aku bolos saja hari ini” dia merengek dengan kencang yang langsung di tatap tajam oleh guru yang ada di kelasnya. Wooyoung yang biasanya ceria menjadi lebih galak dan juga lebih ceroboh dari biasanya.
Baru saja duduk di kursinya, Wooyoung sudah terjatuh karena tasnya yang lupa dia lepas, menyangkut di gantungan tas di meja Yunho. Bibir Wooyoung mulai bergetar dan matanya sedikit berkaca “Tuh kan! Yuyu siii” tangisnya sambil kembali menghentakkan kakinya. Setelah emosinya mereda, Wooyoung melepaskan tasnya dan mengeluarkan buku bahasa inggrisnya. Tapi ketika akan mencari kotak pensilnya, Wooyoung tersadar bahwa dia tidak bisa menemukan barang yang dia cari itu. Di ombak-ambik isi tasnya dan dengan frustasi dia menumpahkan seisi tasnya di atas meja. Betul saja, memang dia tidak membawa kotak pensil pinknya yang couple-an sama Yunho. Lagi-lagi dia merengek dan ‘menyalahkan’ Yunho. ‘Kan. Udah tahu kan, kalo satu ga masuk yang satu pasti bad luck! Mana ga ada pheromone Yuyu yang bisa nenangin aku lagi! Yuyu jelek! Eh ga si mangga aku yang paling cantik hehehe’ pikirnya.
Waktu makan siang pun datang. Seperti biasa, Wooyoung pergi ke kotak mesin penuh minuman untuk membeli susu pisang kesukaannya. Baru juga dia membuka dompet koin ungu miliknya, tiba-tiba ada tikus lari keluar dari kolong mesin. Wooyoung pun berteriak dan menjatuhkan dompetnya. Semua koin berserakan dan ketika dia selesai mengumpulkan koin-koin ditangannya, dia sadar beberapa koinnya hilang. Entah masuk ke dalam celah di bawah kotak mesin atau hilang di ambil setan. Lagi, bibirnya bergetar dan ia merengek kecil “Tuh kan! Koinku hilang!!! Yuyuuu, aku mau Yuyuu..” Namun belum juga Wooyoung memulai full tantrumnya. Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya, seorang alpha, bersama dengan seorang omega mungil di sampingnya. “Oh, maaf kalian mau menggunakan mesinnya ya?” Tanya Wooyoung sambil melangkah ke sebelah kiri.
Omega mungil itu menggelengkan kepala “Oh tidak, San disini” katanya sambil menunjuk di alpha yang berotot di sebelahnya “bilang kalo dia mau beliin kamu minuman yang kamu mau” San, hanya mengangguk dengan muka merahnya dan melihat ke omega mungil lagi “Ish! Jangan apa-apa harus Luna yang bicara. Kamu kasih sendiri dong uangnya.” Omega tersebut menghembuskan nafas kesal dan kembali melihat ke Wooyoung. “Aku Hongjoong, maaf ya, alpha kecilku memang sedikit pemalu.” Katanya sambil memberikan beberapa koin ke tangan Wooyoung. Belum juga Wooyoung sempat membuka mulut, kedua manusia itu sudah lari dan pergi. Dan disitu Wooyoung baru menyadari bahwa bel sudah berbunyi dan dia tidak sempat membeli susu pisangnya.
‘SUSU PISANGKUUUUU’ rengek Wooyoung dalam hati sambil berlari ke kelas.
.
.
Menurut Wooyoung, sejauh ini tidak ada orang yang good enough for him buat diajak berteman kecuali omega mangga kesukaannya. Maka itu keluarga mereka selalu bilang Wooyoung itu beda banget kalo tidak ada Yunho dan begitu pula sebaliknya. Bersama, mereka membuat satu sama lain menjadi orang yang lebih baik. Yunho menjadi lebih berani dan Wooyoung menjadi lebih percaya diri.
Itu juga menjadi jawaban ‘Kenapa kupu-kupu?’. Karena kalau mereka sudah berdua, mereka akan menjadi seekor kupu-kupu yang begitu indahnya terbang dan kelak akan menerangi pack masa depan mereka.